Kapan ke semeru lagi??
Ini adalah rencana judul blog yg
akan ane post di blog. Ini berefek ketika melihat film “5 CM” yang gue tonton
bersama teman2 gue. Film ini mengingatkan ane kepada pengalaman naik semeru
dulu. Kenangan itu masih jelas terngiang dipikiranku. Ketika gagal mencapai
puncak para dewa, yaitu puncak MAHAMERU.
Semeru adalah gunung tertinggi di
tanah jawa. Dengan ketinggian 3676 mdpl. Saat itu kami ber 28 brangkat dari Surabaya
menuju ranu pane. Ranu pane adalah gerbang menuju kenikmatan tiada batas. Gerbang
menuju kenangan yg takkan terlupakan. Gerbang yang akan membawa kita menuju
tempat yg paling indah di tanah Jawa. Tujuan kami saat itu memang untuk
mencapai puncak mahameru,tpi tujuan terpenting aalah kita bias pulang dengan
tetap ber28 orang dalam kondisi selamat sampai rumah.
Dalam film 5 CM tersebut. Suasana
perjalanan dari Ranu Pane ke surganya gunung Semeru danau Ranu Kumbolo masih
teringat dipikiranku. Saat lelahnya perjalanan dari ranu pane ke pos1,trus
dilanjutkan ke pos 2,kemudian di pos 3,dan sampai di pos terakhir pos4. Di pos
4 rasa lelah kita terbayar dengan mlihat awan yang membelah dirinya dengan
menampakan indahnya Ranu kumbolo. Di ranu kumbolo-lah rasa lelah perjalanan
jauh ini terbayar tuntas. Setelah melihat adegan di ranu kombolo rasa kangenku
terhadap ranu kumbolo kembali lagi merangsang batinku untuk segera kembali
kesana.
Lalu suasana perjalanan dari
tanjakan cinta dengan mitosnya menuju arcopodo masih teringat jelas. Suasana bunga
lavender di oro-oro ombo yg sangat cantik. Kemudian di tambah susahnya nyari
air di daerah kalimati. Itu yg bisa menjadi cerita sampai saat ini tentang
perjalanan ke puncak Mahameru.
Perjalanan yang paling
menegangkan dan paling dirasa benar-benar rasanya mendaki gunung ialah ketika
sudah melewati daerah cemoro tunggal. Disitu adalah akhir dari populasi pohon
cemara dan juga trek selanjutnya menuju puncak Mahameru.
Trek pasir dan berdebu itu adalah
jalan sesungguhnya untuk mencapai puncak para dewa. Hanya ada batu kerikil dan
pasir yang ada di setiap perjalanan menuju ke puncak Mahameru. Dalam film 5 CM
itu menjelaskan bahwa benar-benar susah jalur yang harus dilewati untuk sampai
Mahameru. Hanya dengan cara merangkak perlahan-lahan dan penuh kesabaran untuk bias
mencapai Mahameru. Ini adalah medan yang paling berat dalam perjalanan di
gunung semeru. Seleksi alam akan terjadi di jalur ini. Hanya orang-orang yang
bersemangat tiinggi dan punya kesabaran lebih yang bias mencapai puncak para
dewa tersebeut.
Dan pengalaman ane ketika muncak
ke mahameru. Ane kena seleksi alam sob. Rancana ane kan “ The First and The least”,
tapi sob rencana itu gagal. Dan setelah melihat film 5 CM jadi termotifasi
untuk mandaki menuju puncak para dewa untuk yang terakhir kalinya.
Gunung semeru adalah gunung yang
paling indah dan bisa membawa kenangan ini seumur hidup. Gunung yang paling
indah diantara gunung-gunung di pulanu Jawa. Takkan bias kulupakan
kenangan-kenangan indah jejak kakiku disana. Aku akan meninggalkan jejajkku
diatas puncak para dewa dan aku akan membuktikan bahwa aku bisa menaklukkan
Mahameru.
Ini adalah kalimat-kalimat terbaik yang bisa menjadikan
motifasi untuk mendaki ke Mahameru. Dan yang terpenting Mahameru adalah
kenangan yang paling indah.
“yang kita perlu
sebenarnya cuma kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
lehernya akan sering melihat keatas
ratusan tekad yg lebih keras seribu kali dari baja
hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya
serta mulut yang akan selalu berdo'a -- 5 CM”
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
lehernya akan sering melihat keatas
ratusan tekad yg lebih keras seribu kali dari baja
hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya
serta mulut yang akan selalu berdo'a -- 5 CM”
ini adalah foto ketika di Ranu Kumbolo
ini adalah foto ketika di cemoro sewu